Senin, 07 November 2016

Tugas 4

di November 07, 2016 0 komentar
Faktor Pertimbangan Dalam Memilih Badan Usaha
                                              
Pendirian suatu badan hukum perusahaan haruslah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan dijalankan. Dalam praktiknya, pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum perusahaan antara lain:
   
 1.   Jenis usaha yang dijalankan
      Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.
   
2.   Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
      Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab.
   
3.   Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
      Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.
   
4.   Kemudahan memperoleh modal  
      Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.
     
      5.   Besarnya resiko kepemilikan
      Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko kerusakan, cacat, dll.

      6.   Perkembangan usaha
      Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.

     7.   Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
       Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

     8.   Kewajiban dari peraturan pemerintah
      Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.

Kecenderungan Merubah Bentuk Perusahaan Perseorangan Menjadi Bentuk Perseroan Terbatas

Banyak orang cenderung merubah bentuk perusahaannya dari perusahaan perseorangan ke bentuk perseroan terbatas. Hal itu dikarenakan sulitnya mengembangkan usaha yang dibentuk dalam perusahaan perseorangan. Perusahaan perseorangan  hanya bermodal kecil, terbatas jenis dan modal produksi, memiliki tenaga kerja atau buruh yang sedikit bahkan bisa jadi tidak memiliki tenaga kerja atau buruh serta alat teknologi yang dipakai masih sederhana.
Pengusaha perseorangan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan, apabila kekayaan perusahaan tidak dapat menutup utang perusahaan, maka kekayaan pribadi menjadi jaminan untuk menutup kekurangan pembayaran utang perusahaan tersebut. Pada umumnya kemampuan investasinya terbatas, sehingga besar atau luas usaha juga terbatas. Apabila pemilik perusahaan meninggal dunia atau tidak dapat aktif untuk waktu yang cukup lama, maka kegiatan perusahaan akan terhenti tetapi perusahaan tersebut dapat juga dipindahtangankan.
Berbeda dengan bentuk usaha Perseroan Terbatas, besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan, sehingga pemilik memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki, apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Dengan menggunakan bentuk usaha Perseroan Terbatas, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan atau menghentikan kegiatan perusahaan.

Bentuk Badan Usaha Koperasi Bagi Rakyat Indonesia

Bentuk koperasi sangat cocok dengan bentuk usaha rakyat indonesia, karena berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan  ekonomi) diantara individu dan usaha, akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun  ekonomi.
Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan  UKM (Usaha Kecil Menengah) semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini  kekuatan-kekuatan ekonomi  seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan  sarana-sarana produksi.  Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan  menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja  sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi  koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa-pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalan yang disebut  promotor koperasi.

Gerakan Koperasi Walaupun Sudah Disubsidi Pemerintah Tetapi Kemajuannya Lambat

      1.      Kurangnya Partisipasi Anggota Bagaimana mereka bisa berpartisipasi lebih kalau mengerti saja tidak mengenai apa itu koperasi. Hasilnya anggota koperasi tidak menunjukkan partisipasinya baik itu kontributif maupun insentif terhadap kegiatan koperasi sendiri. Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi ditengarai menjadi faktor utamanya, karena para pengurus beranggapan hal tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi diri mereka pribadi. Kegiatan koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas. Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.

      2.      Kurangnya Sosialisasi Koperasi Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan kurangnya sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri,     baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.

Contoh Usaha Yang Sedang Maju Saat Ini

      Bisnis Dropship
Dropship ini tidak sama dengan reseller. Kalau dropship tidak perlu membeli barang. Sementara reseller harus membeli barang terlebih dahulu.
Keuntunganya jangat jelas sekali, kita tidak perlu mengeluarkan modal. jadi dengan kata lain Dropship adalah berperan sebagai “CALO”. Dan ini banyak dikerjakan oleh anak muda sekarang, dan banyak sekali yang berhasil.
Prinsip kerjanya sederhana, kita mempromosikan sebuah produk bisa dari sosial media,line, bbm, facebook, WA, Instagram atau media social lainya. Kemudian ketika ada yang pesan, kita suruh dulu konsumenya untuk transfer dana. Setelah mereka transfer dana, kita belikan barangnya dari si penjual. Tapi kita katakan kepada si penjual agar mengirimkan barangnya ke alamat si pembeli tadi dengan nama online shop kita. Jadi kita hanya bersifat perantara.
Untuk memulai sistem dropship dengan modal yang sangat murah, yaitu hannya Rp 100.000,- saja hanya untuk membeli pulsa karena kegiatan dropship yang menggunakan media sosial, kamu dapat mendaftar di Suplier Murah. Disana kamu dapat melihat banyak sekali produk-produk murah dan bersaing harganya. Selain itu juga kita bisa meninggikan harga barang yang kita jual untuk mendapatkan keuntungan.
     
    Sumber:
   


Jumat, 28 Oktober 2016

Tugas 3

di Oktober 28, 2016 0 komentar
PERUSAHAAN

Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff Dari sudut padang ekonomi, perusahaan merupakan semua perbuatan yang dilakukan dengan terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, meyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian.

Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya Pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia
Berdasarkan tinjauan hukum, istilah perusahaan mengacu pada badan hukum dan perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut, perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi.

JENIS-JENIS PERUSAHAAN

1.Perusahaan Ekstraktif
Perusahaan Ekstraktif adalah perusahaan yang bidang usahanya memungut benda-benda yang tersedia di alam secara langsung. Perusahaan yang termasuk kelompok perusahaan ekstratif antara lain pertambangan penangkapan ikan, penebangan kayu, pemungutan rumput laut, dan pembuatan garam. Perusahaan pertambangan ialah perusahaan yang usaha menghali dan mengolah barang-barang tambang.
Contohnya: Pertambangan minyak bumi, besi batu bara, timah, dan nikel.

2.Perusahaan Agraris 
Perusahaan Agraris adalah perusahaan yang usahanya mengolah dan memanfaatkan tanah agar menjadi lahan yang berdayaguna dan berhasil guna untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan agraris meliputi pertanian, perkebunan, perikanan (pemerihara ikan), dan peternakan. Perusahaan pertanian ialah perusahaan yang usahanya mengolah tanah menjadi lahan pertanian, kemudian ditanami tumbuh-tumbuhan agar menghasilkan bahan untuk memenuhi kebutuhan. 
Contohnya: Pertanian padi, kacang tanah, hortikultura, perkebunan karet, kopi, teh, dan kina.

3. Perusahaan Industri 
Perusahaan Industri adalah perusahaan yang usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (bahan baku), atau mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Contohnya: 
a. Perusahaan kerajinan rotan mengolah bahan mentah (rotan) menjadi barang jadi (misalnya kursi rotan dan anyaman rotan)
b. Perusahaan tepung terigu mengolah bahan mentah (gandum) menjadi bahan baku (tepung terigu).
c. Perusahaan roti mengolah bahan baku (tepung terigu) menjadi barang jadi (roti).
d. Perusahaan mobil, pupuk, kimia, obat-obatan dan sepatu.

4. Perusahaan Perdagangan 
Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang usahanya mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen (pembuat) kepada konsumen (pemakai). 
Contohnya: usaha pertokoan serta perdagangan ekspor dan impor.

5. Perusahaan Jasa 
Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang usahanya menyelenggarakan jasa untuk para konsumen (pemakai) dengan memperoleh imbalan
Contohnya : 
a. Perusahaan pengangkutan bus
b. Jasa bank dan jasa pergudangan
c. Jasa seorang dokter, jasa seorang penjahit.

LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :

1.
      Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :

a)      Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
o    Keadaan alam => SDA, lingkungan.
o    Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
o    Hukum
o    Perekonomian
o    Pendidikan dan kebudayaan
o    Social dan budaya
o    Kependudukan
o    Hubungan internasional.

b)      Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
o    Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
o    Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
o    Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
o    Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.

2.      Lingkungan Internal
Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :
o    Tenaga kerja
o    Peralatan dan mesin
o    Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
o    Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
o    System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
  
TEMPAT KEDUDUKAN PERUSAHAAN

Adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga lainnya.

Tempat kedudukan perusahaan dapat ditentukan dengan berbagai pertimbangan antara lain:

1.      Tempat kedudukan perusahaan yang terikat oleh alam
Tempat kedudukan perusahaan yang terikat oleh alam adalah letak perusahaan yang tidak dipengaruhi oleh manusia, melainkan tergantung atau terikat oleh alam. Misalnya letak perusahaan-perusahaan pertambangan dan letak perusahaan pertanian

2.      Tempat kedudukan perusahaan berdasar sejarah
Tempat kedudukan perusahaan berdasar sejarah adalah bahwa tempat atau letak perusahaan itu hanya dapat diterangkan atas dasar sejarah, bukan karena pertimbangan yang lain. Biasanya karena tempat pendiriannya secara kebetulan terletak disuatu tempat dan kemudian berkembang juga dilokasi tersebut. Mengingat nilai sejarah awal pendiriannya, dan karena tempat kedudukan badan usaha tersebut telah diketahui para relasi bisnisnya maka badan usaha tersebut cenderung bertahan pada lokasi tersebut

3.      Tempat kedudukan perusahaan yang ditentukan
Tempat kedudukan perusahaan yang ditentukan adalah letak perusahaan yang diteentukan oleh pemerintah pada suatu tempat atas dasar pertimbangan khusus, misalnya keselamatan umum, kesehatan, ketertiban, pencemaran usaha dan lain-lain. Contohnya penetapan kawasan industry pulo gadung dengan pertimbangan ketertiban dan pencemaran kota

4.      Tempat kedudukan perusahaan yang ekonomis
Tempat kedudukan perusahaan yang ekonomis artinya adalah tempat kedudukan usaha yang pemilihannya berdasarkan perhitungan bahwa tempat yang dipilih adalah tempat yang paling menguntungkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Contohnya pada perusahaan industry, pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan antara lain dekat dengan bahan dasar, dekat dengan pasar, energy, tenaga kerja, modal serta kemudahan transportasi. Hal-hal tersebut berkaitan dengan ongkos pengangkutan dan ongkos tenaga
 
Tempat kedudukan usaha yang ekonomis meliputi:

a.      Tempat kedudukan usaha yang berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu tempat kedudukan usaha yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.

b.      Tempat kedudukan usaha yang berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industry yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.

c.       Tempat kedudukan usaha yang berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industry yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya industry semen palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping).

d.      Tempat kedudukan usaha yang berorientasi pada bahan baku, yaitu industry yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industry konveksi berdekatan dengan industry tekstil.

e.      Industry yang tidak terikat oleh persyaratan lain (footloose industry), yaitu industry yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat diatas. Industry ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja dan pasarnya yang sangat luas serta dapat ditemukan dimana saja. Misalnya : industry elektronik, industry otomotif dan industry transportasi.

LETAK PERUSAHAAN
Adalah tempat perusahaan melakukan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.

Jenis-jenis letak perusahaan, dibedakan menjadi empat yaitu:
 
       a.      Terikat pada alam. Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.

       b.      Terikat sejarah. Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
      Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.

       c.       Ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.

       d.      Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Seperti yang bersifat industri adalah: ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

      A.     CIRI – CIRI PERUSAHAAN UMUM

      1.      Operatif
Adanya aktivitas yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia/distribusi, barang dan jasa.
      2.      Koordinatif
Perlu semua koordinasi dari semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
      3.      Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
      4.      Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
      5.      Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian.
      6.      Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan secara geografis jelas.
      7.      Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.

      B.      SISTEM EKONOMI KAPITALISME DAN SOSIALISME

Sistem ekonomi kapitalisme
·         Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
·         Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Sistem ekonomi sosialisme
·         Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
·         Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.

      C.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI SISTEM EKONOMI KAPITALISME DAN SOSIALISME

·         SISITEM EKONOMI KAPITALISME

NO
KELEBIHAN
KEKURANGAN
1.
Tiap - tiap individu sebagai warga negara diberi kebebasan memilih pekerjaan yang ia sukai dengan bakatnya.
Adanya tindakan kurang sehat dalam persaingan. Hal ini untuk memenangkan mereka dalam persaingan tersebut.
2.
Adanya persaingan yang kuat yang menyebabkan setiap individu selalu berusaha untuk maju.
Adanya persaingan di dalam pasar dapat menimbulkan monopoli.
3.
Kualitas barang lebih terjamin karena untuk dapat bersaing di pasaran setiap individu harus berusaha menghasilkan barang yang berkualitas baik.
Adanya persaingan yang kuat di antara individu meyebabkan terjadinya kesenjangan antara yang kuat dan yang lemah makin lebar. Dengan demikian, distribusi pendapatan yang merata sulit tercapai.
4.
Kualitas pelayanan terjamin karena merupakan faktor yang sangat penting dalam bersaing.
5.
Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.

·         SISTEM EKONOMI SOSIALISASI

NO
KELEBIHAN
KEKURANGAN
1.
·         Pemerintah mudah mengadakan pengendalian.
·         Hak milik perseorangan tidak diakui
2.
·         Kebutuhan masyarakan dapat dipenuhi secara merata karena jalannya perekonomian berada pada pemerintah.
·         Individu tidak mempunyai kebebasan untuk memiliki barang dan jasa.
3.
·         Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan negara. 
·         Individu tidak mempunyai kebebesan untuk membuka usaha
4.
·         Jalur birokrasi panjang sehingga sulit dalam pengambilan keputusan
5.
·         Tidak adanya kebebasan mengakibatkan kreativitas masyarakat tidak berkembang


Sumber:



Selasa, 18 Oktober 2016

Tugas 2

di Oktober 18, 2016 0 komentar
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau uang yang saling menguntungkan dan memberi manfaat pada bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris yang artinya business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Karakteristik Sistem Bisnis
Kompleksitas keberagaman  ketidakpastian dan dinamika perubahan yang selalu terjadi menjadikan dunia bisnis penuh dengan tantangan. Tantangan-tantangan tersebut tentunya menjadikan sistem bisnis itu menjadi dinamis. Beberapa karakteristik bisnis sebgai berikut.

Ø  KOMPLEKSITAS DAN KEANEKARAGAMAN
Yaitu bisnis yang muncul dengan berbagai sektor dengan beberapa kelompok industri. Masing-masing industri yang terkumpul didalamnya terdapat perusahaan-perusahaan yang bervariasi dalam bentuk kepemilikan, volume bisnis, struktur modal, dan lingkup aktivitasnya, serta gaya manajemen yang diterapkan. Contohnya, pembuat perkakas elektrik, dan produk-produk elektronik .
Kompleksitas yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang sudah go public atau go internasional memiliki perbedaan dengan tantangan yang dihadapi oleh produk lokal. Selain menghadapi perbedaan dalam perilaku konsumen, perusahaan global juga menghadapi kendala ekonomis, misalnya penetapan tarif dan kuota untuk ekspor dan impor oleh Negara tujuan.

Ø  SALING KETERGANTUNGAN
Yaitu masing-masing perusahaan dalam operasinya selalu membutuhkan dan dibutuhkan oleh perusahaan lain. hasil yang diproduksi oleh sebuah perusahaan akan menjadi input bagi perusahaan lain, demikian juga sebaliknya. Maka dari itu perusahaan tidak akan bisa eksis atau terkenal tanpa bekerja sama dengan perusahaan lain. Ketergantungan juga dapat dilihat dari penyebaran wilayah produk. Perusahaan yang berada dalam suatu      Negara, dan ingin meningkatkan permintaan produknya tentu akan mempertimbangkan untuk menjualnya keluar negeri jika pasar dalam negeri melebihi kapasitas atau permintaan yang terbatas. Dalam hal ini perusahaan harus bekerja sama dengan asosiasi/ lembaga-lembaga perdagangan untuk membantu memasarkan produknya.

Ø  PERUBAHAN DAN INOVASI
Perubahan dan inovasi sangat diperlukan dalam bisnis terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Namun dalam pengertiannya adalah perusahaan yang tidak mampu menawarkan produknya sesuai dengan selera konsumen, maka produknya pasti akan secara tidak langsung ditinggalkan oleh pelangganya. Perubahan dan inovasi dalam bisnis bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen, Karena adanya perubahan lingkungan, seperti pendapatan yang tetap , trend atau model yang berubah, serta gaya hidup dan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Peran Bisnis Dalam Kehidupan Masyarakat
Peran bisnis dalam kehidupan saya sangat besar dikarenakan seluruh aspek dalam kehidupan itu memang memerlukan sebuah pengelolaan yang sangat maksimal untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal juga. Dalam berbisnis kita memerlukan berbagai modal seperti uang,tenaga,mesin,dll. Bukan suatu hal yang naif bila setiap orang memang bekerja keras untuk mendapatkan keuntungan berupa uang atau penghargaan lainnya. Bila dalam kehidupan saya, saya membiasakan untuk melakukan bisnis tidak hanya untuk mencari uang bisa juga untuk mendapatkan hal-hal lain yang bisa menguntungkan saya. Misalnya seperti saat SMA saya sering membantu pekerjaan guru saya seperti memeriksa hasil ulangan dan keuntungan non financial yang saya bisa dapatkan mungkin saya bisa mendapat nilai perilaku yang baik pada buku nilai saya nantinya.
Bila dari segi ekonomis kegiatan bisnis yang pernah saya lakukan sama seperti anak-anak pada umumnya seperti sehabis membantu orang tua belanja/membawakan barang ke tempat saudara saya biasanya meminta imbalan berupa uang jalan. Dalam berbisnis banyak hal juga yang harus kita korbankan misalnya waktu kita yang berharga, lalu tenaga yang terpakai. Dalam berbisnis kita di sarankan untuk sepintar pintarnya mendapatkan kerabat karena dari kerabat itulah akan tercipta sebuah hubungan atau link yang akan meluas setiap harinya. Dari 1 orang teman kekuatan bisnis akan semakin menguat dan menyebar semakin lama semakin luas. Dari berbisnis pula kita akan mengetahui bagaimana cara menghadapi orang banyak, kita dapat tahu bagaimana selera masyarakat jaman sekarang serta kita pun dapat mengetahui karakteristik orang orang yang ada di dunia bisnis jaman sekarang.
Dalam dunia bisnis bila pandai bergaul dan pandai melobi orang banyak tanpa kita sadari link kita sudah sangat luas dan bisnis kita bisa go internasional. Dalam berbisnis kita harus memiliki ciri khas yang menunjukan bahwa ini adalah bisnis kita. Bisa dari cara kita menanggapi setiap customer, property yang digunakan (baju,tata rias yang digunakan) dan bisa juga dari barang-barang yang kita perjual belikan. Kebanyakan orang jaman sekarang melakukan bisnis dengan berkelompok mendirikan suatu organisasi bersama-sama.

Klasifikasi Bisnis
Untuk mengidentifikasikan peluang bisnis ada dua fase yaitu:

     1.      Untuk menemukan gagasan
Ada 4 “tempat” untuk memperoleh gagasan peluang bisnis baru:
 a.      Diri sendiri
              kepekaan untuk bertanya dengan diri sendiri, apa yang diperlukan dan dibeli oleh orang lain 
b.      Pelanggan dan pesaing  
               sulit, karena tidak selalu jujur mengatakan segala hal yang ingin diketahui            
c.       Pasar
             keberhasilan suatu produk disatu pasar kerap kali dapat melahirkan gagasan tentang sukses dan potensial di suatu pasar lain. 
d.      Produk yang gagal 
                suatu evaluasi yang mendalam atas produk yang baru

    2.      Gagasan yang berhubungan dengan peluang bisnis
             1. Analisis persoalan
             2. Analisis situasi 
             3. Merumuskan wilayah yang tidak diketahui 
             4. Mengsurvei pelanggan sasaran

Sumber:




Contoh Human Resource Planning yang dilakukan oleh suatu perusahaan

Contoh Kasus Human Resurce Planning ( Perencanaan Sumber Daya Manusia) Perencanaan sumber daya manusia  adalah proses  analisis  dan  ide...

 

Yasinta Azalea Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review